Rohingya, Duka Yang Belum Berakhir

#SaveRohingya
#PrayForRohingya
#CareRohingya

Rohingya kini dalam keadaan genting. Terjadi konflik antara militer Myanmar dan gerilyawan Rohingya di bagian utara Maungdaw, Negara Bagian Rakhine, Myanmar, Jumat dini hari lalu (25/8). Peristiwa tersebut telah menewaskan setidaknya 77 Muslim Rohingya. Media lokal menyebutkan, sekira 1000 rumah warga dibumihanguskan oleh militer Myanmar.

Banyak dari warga Rohingya memilih melarikan diri dari kediaman mereka. Beberapa dari mereka bersembunyi di hutan-hutan sambil berharap adanya pertolongan. Sampai saat ini sekitar 17 ribu warga berbondong-bondong menyeberangi Sungai Naf menuju Bangladesh.

* * *

اللَّهُمَّ انْصُرْهُمْ عَلَى أَعْدَاءِهِمْ وَمَنْ عَاوَنَهُمْ مِنَ الْمُنَافِقِيْنَ، اللَّهُمَّ سَدِّدْ رَمْيَهُمْ وَوَحِّدْ صُفُوْفَهُمْ، وَاجْمَعْ كَلِمَتَهُمْ عَلَى الْحَقِّ، يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ.

“Ya Allah tolonglah mereka menghadapi kaum musuh-musuh mereka dan para penolong musuh mereka dari kalangan orang-orang munafik. Ya Allah tepatkanlah bidikan mereka, satukanlah barisan perjuangan mereka, dan satukanlah kalimat mereka di atas kebenaran, Ya Hayyu, Ya Qayyum.”

اَللَّهُمَّ مَنْ أَرَادَ بِالْمُسْلِمِيْنَ سُوْءًا وَمَكْرًا وَكَيْدًا فَرُدَّ عَلَيْهِمْ مَكْرَهُمْ أَجْمَعِيْنَ.

“Ya Allah siapa saja yang menginginkan keburukan, rencana jahat, dan tipu daya kepada kami dan kaum muslimin, maka kembalikan kepada mereka seluruh tipu daya mereka.”

اَللَّهُمَّ إِنَّا نَشْكُوْ إِلَيْكَ ضَعْفَنَا وَقِلَّتِنَا وَهَوَانِنَا عَلَى النَّاسِ.

“Ya Allah, kami mengadu kepada-Mu akan kelemahan kami, sedikitnya jumlah kami, dan kehinaan kami di hadapan manusia.”

* * *

Mari ringankan beban mereka dengan doa dan infaq terbaik kita. Kecil dan besar sangat berarti untuk mereka, saudara-saudari kita.

Bantuan bisa disalurkan melalui:

Bank Mandiri: No. rek 900.00.2109881.0
An. Ismail Abdurrahman
Cab. Pamulang

Tambahkan angka 212 diakhir nominal infaq yang anda salurkan.
Contoh: Rp. 1.000.212,-

Konfirmasi Infaq melalui SMS/WA:

+62-812-8641-4627
+62-813-1036-4433
+62-821-6625-1818

====================
Email: [email protected]

Website: www.worldhumancare.org

Sosial Media:

– Facebook: https://www.facebook.com/worldhumancare.whc
– Instagram: https://www.instagram.com/worldhumancare/
– Telegram: http://telegrm.me/worldhumancare
– Twitter: https://twitter.com/whc_info

Mohon bantu menyebarkan informasi ini.

Semoga menjadi pemberat timbangan amal shalih di akhirat nanti. Aamiin ya Rabb!

Foto WHC Peduli Rohingya #CareRohingya (Tahap I) -Rohingya Refugees in Aceh-

Di Posko Pengungsian Lhoksukon, Aceh Utara

Di Posko Pengungsian Bayeun, Aceh Timur

Di Posko Pengungsian Kuala Langsa, Aceh Timur

 

Laporan Infaq & Shadaqah WHC Peduli Rohingya tanggal 7-12 Juni 2015

Laporan Infaq & Shadaqah
WHC Peduli Rohingya ‪#‎CareRohingya‬
7-12 Juni 2015

Bismillah…

Alhamdulillah, semoga infaq dan shadaqah yang telah disampaikan melalui Kami berbarakah dan dilipatgandakan pahalanya, Allahumma amiin…

Kami juga masih menuggu ulur tangan para Muhsinin lainnya untuk membantu meringankan beban kaum Muslimin Rohingya.

PEMASUKAN

  1. Saldo Akhir Infaq per tanggal 6 Juni 2015
    Rp. 123,116,067.-
  2. Via transfer Rekening Mandiri (7 Juni 2015)
    Rp. 500,000.-
  3. Via transfer Rekening Mandiri (8 Juni 2015)
    Rp. 1,680,000.-
  4. Bazar BAKSOS Peduli Rohingya (8/6/2015)
    Rp. 440,000.-
  5. Via transfer Rekening Mandiri (9 Juni 2015)
    Rp. 2,125,000.-
  6. Via transfer Rekening Mandiri (10 Juni 2015)
    Rp. 6,076,000.-
  7. Via transfer Rekening Mandiri (11 Juni 2015)
    Rp. 2,700,000.-
  8. Via transfer Rekening Mandiri (12 Juni 2015)
    Rp. 300,000.-
  9. Infaq Operasional
  • Total Infaq Operasional per tanggal 6 Juni 2015
    Rp. 8,800,000.-
  • Hamba Allah
    Rp. 1,700,000.-
  • Hamba Allah
    Rp. 2,000,000.-
  • Hamba Allah Via transfer Rekening Mandiri (8 Juni 2015)
    Rp. 12,000,000.-

(Total Infaq Operasional: Rp. 24,500,000.-)

TOTAL PEMASUKAN: Rp. 152,637,067.-

=================
DIKARENAKAN SUDAH MENCUKUPI, KAMI BERITAHUKAN BAHWA BANTUAN DALAM BENTUK PAKAIAN KAMI TUTUP, DAN TIDAK MENERIMA LAGI.
=================

Allah subhanahu wata’ala berfirman QS Al-Baqarah : 195,

“Dan infakkanlah (hartamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan (dirimu sendiri) kedalam kebinasaan dengan tangan sendiri. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yg berbuat baik.”

Ratusan Muslim Rohingya yang ada di tempat penampungan pengungsi dalam kondisi sangat memprihatinkan mereka sangat membutuhkan bantuan uluran tangan dari kita…

Mari berpartisipasi dalam meringankan beban saudara kita Muslim Rohingya dengan menginfakkan uang melalui rekening:

Bank Mandiri,
No. Rek: 90000 2109 8810
A.n. : Ismail Abdurrahman

Contact Person:

  1. Ustadz Abu Ibad: 0813 1036 4433
  2. Abdurrahman: 0821 6625 1818

Ditunggu Infaq terbaiknya!

Kunjungi kami di:
www.worldhumancare.org
http://twitter.com/whc_info
http://www.fb.com/worldhumancare.whc

Media Partner:
Arrahmah.com

Laporan Infaq & Shadaqah WHC Peduli Rohingya tanggal 24 Mei 2015

Laporan Infaq & Shadaqah
WHC Peduli Rohingya ‪#‎CareRohingya‬
24 Mei 2015

Bismillah…

Alhamdulillah, semoga infaq dan shadaqah yang telah disampaikan melalui Kami berbarakah dan dilipatgandakan pahalanya, Allahumma amiin…

  1. Saldo Akhir Infaq per tanggal 23 Mei 2015
    Rp. 24.516.037
  2. Via transfer Rekening Mandiri
    Rp. 14.700.000

    TOTAL SALDO: Rp. 39.216.037

=================
DIKARENAKAN SUDAH MENCUKUPI, KAMI BERITAHUKAN BAHWA BANTUAN DALAM BENTUK PAKAIAN KAMI TUTUP, DAN TIDAK MENERIMA LAGI.
=================

Allah subhanahu wata’ala berfirman QS Al-Baqarah : 195,

“Dan infakkanlah (hartamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan (dirimu sendiri) kedalam kebinasaan dengan tangan sendiri. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yg berbuat baik.”

Tim WHC (World Human Care) In Shaa Allah dalam waktu dekat akan berangkat ke kamp pengungsi Rohingya, di Nanggro Aceh Darussalam untuk menyalurkan bantuan kepada saudara muslim Ronghiya disana.

Ratusan Muslim Rohingya yg ada di tempat penampungan pengungsi dalam kondisi sangat memprihatinkan mereka sangat membutuhkan bantuan uluran tangan dari kita…

Mari berpartisipasi dalam meringankan beban saudara kita Muslim Rohingya dengan menginfakkan uang melalui rekening:

Bank Mandiri,
No. Rek: 90000 2109 8810
A.n. : Ismail Abdurrahman

Contact Person:

  1. Ustadz Abu Ibad: 0813 1036 4433
  2. Abdurrahman: 0821 6625 1818

Ditunggu Infaq terbaiknya!

Kunjungi kami di:
www.worldhumancare.org
http://twitter.com/whc_info
http://www.fb.com/worldhumancare.whc

Media Partner:
Arrahmah.com

 

Laporan Infaq & Shadaqah WHC Peduli Rohingya tanggal 23 Mei 2015

Laporan Infaq & Shadaqah
WHC Peduli Rohingya ‪#‎CareRohingya‬
23 Mei 2015

Bismillah…

Alhamdulillah, semoga infaq dan shadaqah yang telah disampaikan melalui Kami berbarakah dan dilipatgandakan pahalanya, Allahumma amiin…

  1. Saldo Infaq per tanggal 22 Mei 2015
    Rp. 12.016.037
  2. Cash dari Hamba Allah
    Rp. 300.000
  3. Via transfer Rekening Mandiri
    Rp. 12.200.010
    TOTAL SALDO: Rp. 24.516.047

============

Alamat tempat penerimaan Infaq bantuan untuk Muslim Rohingya:

Jln. Siliwangi Raya Blok D3 no.7, Pamulang Permai 1, Pamulang Barat, Tanggerang Selatan, 15417

Partisipasi anda dalam meringankan beban saudara Muslim kita dari Rohingya juga bisa diwujudkan dengan menginfaqkan uang untuk mereka, ditransfer ke:

Bank Mandiri,
No. Rek: 90000 2109 8810
A.n. : Ismail Abdurrahman

Contact Person:

  1. Ustadz Abu Ibad: 0813 1036 4433
  2. Abdurrahman: 0821 6625 1818

Ditunggu Infaq terbaiknya!

Kunjungi kami di:
www.worldhumancare.org
http://twitter.com/whc_info
http://www.fb.com/worldhumancare.whc

Media Partner:
Arrahmah.com

Sekelumit Fakta Tentang Genosida Muslim Rohingya di Burma

PEMBANTAIAN dan kekejian lainnya terhadap Muslim Rohingya di Burma (Myanmar)-terutama di Arakan-sebenarnya bukan pertama kalinya di tahun ini, namun dimulai pertengahan tahun ini penindasan terhadap Muslim di Arakan meningkat tajam hingga mengejutkan mata dunia.

Selama ini, media Islam-lah yang berusaha untuk mengungkap tragedi berdarah yang menimpa umat Islam di Burma disaat media internasional ‘kelas atas’ pada umumnya bungkam, sehingga banyak orang di dunia tidak mengetahui apa yang terjadi sebenarnya terhadap Muslim Rohingya. Namun, fakta-fakta yang dipaparkan selama ini oleh media Islam masih saja menghadapi berbagai hujatan dan kritikan dari orang-orang yang ragu, meskipun sumbernya dari mereka yang memiliki koneksi  langsung ke Muslim Rohingya di Arakan. Terlebih lagi, beredarnya beberapa foto-foto hoax tentang genosida Muslim Rohingya baru-baru ini juga dijadikan alasan sebagian orang untuk tidak mempercayai fakta yang ada. Walaupun begitu, fakta tetaplah fakta, yang pasti akan terungkap meskipun disembunyikan dan meskipun banyak orang yang meragukan.

Berikut ini adalah sebuah pemaparan fakta terkait genosida atau upaya pembersihan etnis Muslim Rohingya di Burma yang ditulis dan dipublikasikan oleh salah satu media jihadGlobal Islamic Media Front, yang diterjemahkan oleh tim Maktabah Jahizuna, berdasarkan laporan kredibel dari tempat kejadian, untuk mengungkapkan kenyataan yang sebenarnya terjadi dan bantahan bagi orang-orang yang meragukan genosida ini dan bahwa kerusuhan etnis ini bukan dipicu oleh kaum Muslimin.

***

Sebab Awal Pembantaian ini?

Pembantaian ini di awali dari fitnah yang disebarkan oleh orang-orang Budha Rakhine terhadap minoritas Muslim Rohingnya. Dimana dikatakan bahwa tiga pemuda Muslim telah membunuh dan memperkosa seorang wanita berusia 26 tahun. Tentu saja semua itu bohong. Dimana sebenarnya perempuan itu diperkosa dan dibunuh oleh pacarnya bersama beberapa gang pemuda Budha Rakhine. Peristiwa pembunuhan itu di awali ketika sang gadis ingin “putus” dengan sang pacar dikarenakan dia jatuh hati pada laki-laki lain. Maka sang laki-laki pun berusaha membujuk agar tidak putus. Namun ternyata ditolak, maka sang mantan pacar ini marah dan kemudian mengajak dua temannya untuk membalas dendam dengan memperkosa dan membunuh sang gadis.

Lalu para pembunuh itu meletakkan mayat gadis itu di dekat desa Muslim. Kemudian orang-orang Budha Rakhine dan Quaffer Burma (Otoritas Myanmar) menuduh bahwa orang-orang Muslim membunuh perempuan itu. Akibatnya, tiga pemuda Muslim yang tidak bersalah ditangkap. Satu dipukuli hingga tewas dan dua lainnya dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan. Inilah fakta yang ditunjukkan oleh Pemerintah Budha Burma kepada dunia, bahwa mereka berani menciptakan peristiwa dan kasus palsu hanya untuk mencari kesempatan membunuh Umat Islam Rohingnya.

Situasi Muslim Rohingya Sebelum Awal Genosida ini

Beberapa bulan sebelumnya, para ekstrimis Budha Rakhine dan Xenophobia, mereka banyak membuat propaganda-propaganda anti Muslim Rohingnya. Dan semua itu direlease baik di dalam maupun di luar Burma. Dengan mengusung slogan lama yakni “Rohingnya (sebutan untuk Muslim di sana -pent) bukanlah orang Burma, mereka adalah imigran gelap dari Bangladesh”. Dengan maksud untuk memusnahkan dan mengusir Kaum Muslimin di sana.

Anehnya, seluruh kejadian yang ada (protes dan sebagainya -pent) seperti telah diorganisir dan seluruh kejadian yang terjadi sesuai dengan statemen dan skema yang pernah dikeluarkan oleh beberapa Menteri dan Pihak Pemerintah yang berkuasa.

Bagaimana Pembantaian itu Dimulai dan Apa Yang Terjadi Setelah itu?

Pada tanggal 3 Juni 2012, Rombongan Jemaah Muslim Rangoon yang baru kembali dari pengajian dan wisata rohani di Masjid Thetsa di daerah Thandwe di Negara bagian Arakan Selatan. Para Jamaah mengendarai bus yang menuju daerah Rangoon, namun di tengah perjalanan mereka dihadang oleh massa Budha Rakhine di kota Taungup di Negara Arakan bagian selatan. Lalu tiba-tiba massa mengamuk dan berusaha membunuh semua penumpang. Dimana seorang pemandu, kernet dan seorang wanita meninggal. Lalu di pihak Jemaah 8 orang Jemaah tewas. Dan lima Jamaah lainnya dapat melarikan diri dengan selamat.

Kejadian ini terjadi di depan Kantor Imigrasi. Pada mulanya gerombolan Teroris Budha Rakhine itu menghentikan bus naas yang berplat nomor 7 (GA) 7868 ini. Mereka menghentikan bus tepat di depan gerbang Imigrasi. Sembari membawa senjata mereka menurunkan semua penumpang bus dan berteriak, “Turun semua, kami mencari orang-orang asing !!!” (sebutan untuk kaum Muslimin Rohingnya, yang tidak dianggap sebagai Warga Negara Burma –pent).

Lalu pemandu jalan dan beberapa penumpang bus turun dan meminta agar massa teroris itu tidak melakukan hal-hal yang berbahaya terhadap seluruh penumpang. Namun para teroris itu tidak menghiraukan mereka dan memasuki bus secara paksa, lalu berteriak pada para penumpang bahwa mereka mencari “orang-orang asing”. Kemudian mereka mulai memukuli dan menyeret para Jamaah Muslim turun ke jalanan. Para teroris Rakhine yang berjumlah sekitar 300 orang itupun mengeroyok beberapa Jamaah Muslim hingga tewas. Lalu setelah itu massa teroris itu juga menghancurkan dan membakar bus tersebut.

Anehnya, massa sebelumnya telah berkumpul di depan gerbang kantor Imigrasi pemerintah, namun tidak ada satupun pihak yang berwenang yang berusaha membubarkan mereka sebelumnya. Dan pada saat kejadian itupun tidak terlihat adanya aparat maupun petugas kantor Imigrasi yang berusaha mencegah pembantaian itu.

Berdasarkan daftar yang beredar, delapan korban Muslim yang berangkat dari Masjid Tachan Pai ke Tandwe, semuanya berasal dari Burma tengah. Berikut data mereka:

  • Muhammad Sharief @ U Ne Pwe s / o U Ahmed Suban, 58 8/Ta Ka Ta (N) 095548, dari Taung Twin Gyi
  • Muhammad Hanif @ U Maung Ni s / o U kay sufi Pe, 65 8/Ta Ka Ta (N) 095530, dari Taung Twin Gyi
  • Shafield Bai @ U Aye Lwin s / o UA Hpoe Gyi, 52 8/Ta ka Ta (N) 093573, dari Taung Gyi Twin
  • Aslam Bai @ U Aung Myint s / o U Hla Maung, 508/Ta ka Ta (N) 094557, dari Taung Twin Gyi
  • Balai Bai @ Tayzar Myint s / o U Yakub, 288/Ta ka Ta (N) 189815, dari Taung Twin Gyi
  • Shuaib @ Tin Maung Htwe s / o U Tin Oo, 218/Ta ka Ta (N) 231084, dari Taung Twin Gyi
  • Salim Bai @ Aung Kyaw Bo Bo s / o U Tun Tun Zaw, 2614/Ma La Na (N) 231084, dari Myaung Mya
  • Lukman Bai @ Nyi Nyi Zaw Htut s / o U Ibrahim, 3314/Ma La Na (N) 148133, dari Myaung Mya

Dan dua korban lainnya adalah pasangan suami istri dari kota Thandwe, merupakan awak bus. Para korban pun dikuburkan di Tandwe pada malamnya. Lima Jamaah lainnya berhasil melarikan diri dari pembunuhan brutal itu.

Lalu untuk merayakan hal itu, para teroris Rakhine meludahi dan mengguyur mayat-mayat kaum Muslimin yang tergeletak di tengah jalan itu dengan anggur dan minuman keras. Namun anehnya pula, tidak ada satupun orang yang ditangkap dan tidak ada tindakan hukum terhdapa para pembunuh itu.

Para Petugas Keamanan Rakhine Menjarah dan Membakar Seluruh Property Kaum Muslimin Rohingnya Dengan Alasan Uu No. 144

Pemberlakuan UU no. 144 oleh Otoritas Burma, memaksa komunitas Muslim Rohingnya dari Maungdaw tidak dapat keluar dari rumahnya ketika Aparat memasuki area mereka. Namun di sisi lain, orang-orang Rakhine bebas berkeliaran sehingga merekapun dengan bebas menyerang, menjarah dan membunuhi kaum muslimin di sana.

Anehnya personil keamanan Burma itu, malah berusaha melindungi orang-orang Budha Rakhine, ketika mereka sedang mempersiapkan diri untuk membakar rumah penduduk Muslim Rohingnya.

Menurut seorang tetua Maungdaw bahwa Personil keamanan melepaskan tembakan secara memababi buta ke arah kerumunan Muslim Rohingya yang berusaha melindungi harta dan properti mereka.

Pada 8 Juni 2012, Personil Keamanan dan orang-orang Budha Rakhine melakukan penyerangan. Mereka membakar rumah beberapa orang yakni Razak, Lalu dan Syed Ahmad. Lebih dari lima toko pakaian di jarah, dimana total kerugian sekitar 150.000.000 kyat. Satu masjid di desa Sawmawna dihancurkan. Dan lebih dari 200 Muslim Rohingnya terluka.

Pada tanggal 9 Juni 2012, terjadi penyerangan oleh para teroris rasis Budha Rakhine dan Aparat Keamanan, dimana 100 orang tewas dan hampir 500 orang terluka.

Pembantaian Terhadap Kaum Muslim di Arakan Terus Terjadi Meskipun Pihak Tentara Telah Menyatakan Mereka Sudah Mengontrol Situasi yang Ada Sebagian besar kaum Muslimin Rohingnya melarikan diri ke Bangladesh dari Akyab. Hal ini karena terror dan kekerasan yang terjadi di Negara bagian Arakan tersebut, dimana desa-desa Muslim Rohingnya dibakar dan banyak Muslim Rohingnya yang dibunuh oleh Polisi, Aparat Kemanan dan para teroris Budha. Kaum Muslimin Rohingnya pun berbondong-bondong menuju Bangladesh, yang mana mereka berpikir bahwa Bangladesh adalah Negara Islam, sehingga karena sesame Muslim maka mereka akan di bantu.

Sayangnya, thaghut murtad Pemerintah Bangladesh dan tentaranya menolak dan melarang Muslim Rohingnya memasuki Bangladesh. Dan jika ada Muslim setempat (Bangladesh) memberi bantuan atau menampung para pengungsi Muslim Rohingnya, maka mereka akan ditangkap dan bagi Muslim Rohingnya maka mereka akan di deportasi.

Semenjak 8 Juni 2012, pihak berwenang Burma baru-baru ini mendirikan sebuah ruang sidang khusus di dalam Kantor Polisi Maungdaw. Seorang Tetua setempat mengatakan, “Pengadilan Khusus itu digunakan untuk Muslim Rohingya yang ditangkap oleh Polisi, Nasaka (Pasukan Keamanan Perbatasan) dan Tentara; dengan tuduhan menciptakan masalah dan kerusuhan di Maungdaw. Tidak ada argumen maupun pembelaan dari terdakwa di Pengadilan Khusus ini. Dimana hakim hanya membaca pernyataan lalu mengirim mereka ke penjara. “

Siapapun tidak bisa menemukan kerabatnya, jika telah ditangkap oleh pihak berwenang. Dan mereka pun tidak mengetahui kapan dan bagaimana kerabatnya itu akan disidang di Pengadilan Khusus itu, kata seorang Politisi Maungdaw. Ini merupakan taktik baru yang dilakukan Otoritas Budha Burma, dalam memperkosa wanita Muslimah Rohingnya. Hal ini membuat tidak ada tempat aman bagi para Muslimah Rohingnya di Maungdaw. Kata seorang Politisi Maungdaw, “Semenjak 8-19 Juni 2012, telah tercatat lebih dari 60 perempuan diperkosa di Maungdaw oleh para Petugas Keamanan – baik itu Polisi, Hluntin (Pasukan Keamanan), Nasaka, dan Tentara- bersama dengan orang-orang Budha Rakhine dan Natala (pemukim baru).”

Pemerkosaan dan penyerangan itu dilakukan secara licik. Dimana sebelumnya, Pihak berwenang mengajak seluruh laki-laki di wajibkan untuk datang ke pertemuan mereka. Sementara semua orang melakukan pertemuan, Pasukan Keamanan-pun dikirimkan untuk memasuki dan menyerang desa-desa tersebut. Sebagian besar Muslimah Rohingnya yang tinggal di rumah mereka -pun diperkosa oleh Petugas Keamanan bersama orang-orang Budha Rakhine dan Natala. Mereka-pun menghancurkan dan menjarah harta yang ada. Berdasarkan keterangan dari para korban di Paungzarr, mereka menyatakan bahwa, “Pihak Keamanan – Tentara dan Nasaka – memasuki desa pada malam harinya ketika para lelaki mengikuti pertemuan oleh Pihak Berwenang. Para lelaki semuanya keluar menghadiri pertemuan karena takut ditangkap jika tidak berangkat.

Kemudian dengan liciknya Pasukan Keamanan memasuki rumah-rumah, dengan alasan hendak mengecek, adakah keluarganya yang tidak hadir dalam pertemuan itu. Lalu setelah itu merekapun diperkosa dengan keji.”

Muslim tidak dilindungi di Arakan (Maungdaw dan Akyab) oleh pasukan keamanan – baik itu Nasaka, Hluntin, maupun Polisi – yang mana mereka telah menjelma menjadi “kekuatan pembunuh”. Alih-alih mereka melindungi orang-orang yang tidak berdaya, mengendalikan situasi, dan memulihkan hukum dan ketertiban. Malah mereka mengamuk dan membakar desa-desa Muslim dan menembak orang-orang yang berusaha melarikan diri dari rumah-rumah yang terbakar.

Jam malam yang diberlakukan hanyalah upaya untuk melakukan pembunuhan secara sistematis terhadap Muslim di kota Akyab dan kota Maungdaw. Dimana ketika jam malam tiba, “orang-orang suci Budha” bersama para pengikutnya dari Arakan turun ke jalan-jalan, bersama-sama dengan Pasukan Keamanan. Mereka berjalan menuju ke desa-desa Muslim secara bersama-sama. Sesampai di sana, mereka mulai membanjiri tanah dengan darah Muslim Rohingnya, lalu memerahkan langit dengan api yang membakar desa dan properti kaum Muslimin Rohingnya. Dan membuat malam yang sunyi, penuh dengan teriakan dan ketakutan.

Hasbunalloh Wani’mal Wakil….

Sya’ban 1433
Juli 2012
Source: (Echo of Jihad Center for Media)
Global Islamic Media Front
Mengamati Berita Mujahidin dan Menginspirasi orang-orang mukmin

Alih Bahasa
Abu Muwahid hafidhahullah

Maktabah Jahizuna/jahizuna.com

(siraaj/arrahmah.com)

– See more at: http://system.arrahmah.id/read/2012/08/03/22150-sekelumit-fakta-tentang-genosida-muslim-rohingya-di-burma.html#sthash.HwBuJTk7.dpuf